Tuesday, November 4, 2014

Bambang Soesatyo: KIH Ngambek, Menghambat Jokowi Menjurus Makar




MatahatiCorp Independent News





Bambang Soesatyo: KIH Ngambek, Menghambat Jokowi Menjurus Makar



RMOL. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang membentuk “DPR tandingan” diminta segera menghentikan manuvernya, karena manuver politik itu menghambat kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


“Jangan ngambek di sini, jadinya menghambat program-program Jokowi dong. Ini bisa kena pasal makar karena mereka membentuk tandingan. Kalau kita mau bikin pemerintahan tandingan juga bisa,” sindir politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, yang ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).


Bambang menilai jumlah 11 Komisi yang ada saat ini sudah cukup mengakomodir semua kepentingan. KIH mesti legowo tidak mendapat posisi pimpinan di Komisi maupun alat kelengkapan dewan, sehingga DPR tidak perlu lagi memekarkan jumlah Komisi hanya untuk menampung elite KIH yang ngambek.


“Saya mengimbau jangan korbankan demokrasi di DPR demi KIH. Jadi untuk pimpinan, ya cuekin saja. Diamin saja mereka. Nanti kalau mereka tidak hadir terus menerus dalam rapat, kan bisa dipanggil paksa. Itu keinginan undang-undang,” tegasnya. [ald]


Bambang Soesatyo: KIH Ngambek, Menghambat Jokowi Menjurus Makar

Agistira








Monday, November 3, 2014

KIH Ngotot Gelar Paripurna Penentuan Pimpinan DPR




MatahatiCorp Independent News





KIH Ngotot Gelar Paripurna Penentuan Pimpinan DPR




REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bersikukuh akan mengelar rapat paripurna penentuan pimpinan DPR serta alat kelengkapan dewan meskipun dinilai melanggar aturan.


“Besok kami akan menyelenggarakan rapat paripurna pukul 09.00 WIB di Gedung DPR dengan agenda penentuan pimpinan dan alat kelengkapan dewan,” kata Ketua DPR sementara versi KIH Ida Fauziyah usai rapat konsultasi tertutup, Senin (3/11).


Menurut dia, pengaturan alat kelengkapan dewan (AKD) sudah proporsional dan melibatkan 10 fraksi. Lima fraksi dari Koalisi Merah Putih pun diberikan tawaran menduduki jabatan pimpinan.


“Pada prinsipnya rapat tadi menganut musyawarah mufakat dalam penentuan AKD termasuk komposisi jumlah pimpinan dari fraksi lainnya. Kita mengundang tapi mereka tidak datang,” katanya.


Ia menyebutkan untuk komposisi pimpinan AKD versi KIH yang terbentuk ada 63 orang pimpinan terdiri dari 16 orang ketua dan 47 wakil ketua. Untuk Fraksi PDIP terdiri dari tiga ketua dan sembilan wakil.


Sedangkan Fraksi Partai Golkar tiga ketua dan delapan wakil ketua, Fraksi Partai Gerindra dua ketua dan enam wakil ketua, selanjutnya Fraksi PKB dua ketua dan lima wakil ketua.


Kemudian Fraksi PAN satu ketua dan empat wakil ketua, Fraksi PKS satu ketua dan tiga wakil ketua, Fraksi PPP satu ketua dan tiga wakil, dan Fraksi Hanura dua wakil ketua.


“Kami sudah membagi secara proporsional dan sesuai aturan tata tertib yang ada, dan inilah susunan pimpinan yang tepat,” katanya.


Saat disinggung apakah langkah Koalisi Indonesia Hebat membentuk pimpinan sendiri tidak melanggar aturan, Ida mengatakan bahwa proses politik di parlemen selama ini tidak berjalan secara demokratis sehingga dilakukan hal tersebut.


“Diperlukan pimpinan yang membangun kebersamaan dan proses politik secara demokratis. Dari lima fraksi ini perlu ada pimpinan sementara yang dianggap bisa membangun ‘performance’ DPR, sehingga tidak berat kepada satu kelompok saja,” ucapnya.


Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai langkah yang dilakukan kubu KIH melanggar aturan sehingga tidak perlu dianggap.


Menurut dia, yang terpenting untuk dilakukan adalah menjalankan pekerjaan angota dewan dengan melihat alat kelengkapan dewan yang sudah terbentuk.



KIH Ngotot Gelar Paripurna Penentuan Pimpinan DPR

MR. Fangwan Pasmah








Sunday, November 2, 2014

Menperin Saleh Husin Minta Nasihat Amien Rais




MatahatiCorp Independent News





Menperin Saleh Husin Minta Nasihat Amien Rais



RMOL. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengunjungi politikus senior Amien Rais di kediaman Ketua MPP PAN tersebut di Kompleks Taman Gandaria Blok C nomor 1, Jakarta Selatan, Minggu (2/10).


“Ya, tadi bertemu Pak Amien,” jelas Saleh kepada RMOL.


Dalam pertemuan sekitar 30 menit itu, Ketua DPP Hanura ini mengaku hanya sowan kepada mantan Ketua Umum DPP PAN tersebut. Sebagai yunior, Saleh meminta nasihat kepada Amien agar dirinya bisa menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan baik.


“Banyak nasihat-nasihat yang disampaikan Pak Amien. Supaya tawakal, tidak macam-macam,” jelasnya.


Sebagai sesama politikus, dia tidak menampik, mereka menyinggung soal perpolitikan. Tapi dia membantah pembicaraan itu terkait dinamika politik yang ada di DPR. Namun, dia berharap DPR kembali bersatu.


“Kita harapkan sesuai statement yang di DPR, cepat selesai supaya berjalan dengan baik,” tandasnya. [zul]


Menperin Saleh Husin Minta Nasihat Amien Rais

Agistira








Saturday, November 1, 2014

Romi Anggap Kemenkumham Patuhi Hukum




MatahatiCorp Independent News





Romi Anggap Kemenkumham Patuhi Hukum




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Partai Pembangunan Persatuan (PPP) versi Mukhtamar Surabaya Romahurmuziy, mengatakan, keputusan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sudah memenuhi ketentuan perundang-undangan. Menurut Romi Kemenkumham sudai sesuai dengan aturan pasal 23 ayat 3 UU no 2 tahun 2008.


“Pada UU tersebut, Kemenkumham hanya memiliki waktu tujuh hari sejak pendaftaran persyaratan itu di terima untuk menerbitkan keputusan tentang kepengurusan yang sah,” kata Romi usai menghadiri pembukaan Munas NU di Jakarta, Sabtu (1/11).


Sehingga, lanjut romi kemenkumham memiliki waktu yang sangat pendek untuk memutuskan itu. Romi mengatakan PPP versi Surabaya menyelesaikan muktamar tanggal 17 Oktober 2014, pada sore harinya, mereka telah mendaftarkan seluruh persyaratan ke menteri hukum dan ham.


Artinya, lanjut Romi, apa yang dilakukan kemenkumham sudah berdasarkan hukum. “Karena adanya mundur waktu karena pelantikan kabinet, maka baru tanggal 28 bisa diterbitkan. Jadi tindakan menteri sudah bentuk kepatuhan kepada UU,” kata Romi.


Sedangkan, menurut Romi, Muktamar yang di selenggarakan oleh kubu Suryadarma Ali, bukanlah sebuah mukhtamar yang sah. Karena menurutnya, apa yang dikatakan kubu SDA bahwa ada sebanyak 28 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP yang hadir sesungguhnya tidak hadir di Hotel Syahid.


“Silahkan saudara-saudara mencek ketua, sekertaris, dan panitia dari 28 DPW yang diklaim mereka, posisinya mereka semua ada dimana hari ini, kemarin atau lusa lau,” katanya.


Ketidakhadiran para DPW tersebut, lanjut Romi, menunjukan bahwa muktamar yang dilakukan oleh kubu SDA tidak kuorum. Hingga, secara politik tidak memiliki legitimasi, dan secara yuridis sudah selesai dengan putusan Menteri Hukum dan Ham. “Secara politk tidak dihadiri oleh separuh dewan pimpinan wilayah maupun cabang, secara hukum kita sudah diakui Kementrian,” katanya.


Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Paramadia, Djayadi Hanan, mengatakan bahwa sesungguhnya apa yang dilakukan kemenkumham patut dipertanyakan. Karena menurut undang-undang partai politik, konflik yang terjadi dipartai politik harus diselesaikan secara internal terlebih dahulu.


“Mekanismenya, seharusnya menyerahkan permasalahan konflik tersebut pada mahkamah partai masing-masing. Tapi ada kesan malah kemenkumham menabrak itu,” kata Djayadi kepada Republika, Jumat (31/10).


Sehingga, lanjut Djayadi, wajar jika PPP kubu SDA membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Ini langkah yang positif dan baik, karena mereka mengambil langkah hukum. Dari pada mereka langsung memprotes kementrian hukum dan ham itu kurang baik,” ungkapnya.


Dajayadi juga menganggap bahwa langkah byang dilakukan oleh Kemenkumham merupakan langkah politis. Dan menurutnya, apa yang dilakukan oleh kemenkumham ada lah kesalahan. “Lebih cenderung bersifat politis, dan menurut saya itu sebuah blunder,” katanya.


Seharusnya, Djayadi menilai, Jika akan lebih baik jika kemenkumham tidak ikut campur terlebih dahulu masalah PPP ini. “Jika DPR ikut campur, itu masalah DPR. Tapi sebaiknya harus menunggu keputusan mahkamah partai politik. Dan apapun keputusan internal tersebut harus dipatuhi,” katanya.



Romi Anggap Kemenkumham Patuhi Hukum

MR. Fangwan Pasmah








Friday, October 31, 2014

Citra DPR akan Semakin Terpuruk




MatahatiCorp Independent News





Citra DPR akan Semakin Terpuruk




REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Citra DPR akan semakin terpuruk di mata masyarakat jika para anggotanya tetap berebutan kekuasaan di lembaga tersebut, kata pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Muhammad Yamin.


“Baik itu Koalisi Merah Putih (KMP) maupun Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan menimbulkan kesan negatif di mata masyarakat, karena ujung-ujungnya hanya berebut kekuasaan dan semuanya akan menderita kerugian secara politis,” kata Muhammad Yamin di Solo, Jumat (31/10).


Ia mengatakan semestinya semuanya tidak menang-menangan sendiri baik itu KMP (Partai Golkar, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional) maupun KIH (PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura, dan PPP).


“Meskipun KMP itu mempunyai suara banyak dalam DPR semestinya juga tidak boleh menang sendiri dan suara dari KIH harus didengarkan, apabila menginginkan mendapat hati di masyarakat,” katanya.


Untuk itu, lanjutnya, semua pimpinan di partai baik yang berasal dari KMP maupun KIH harus duduk bersama untuk bermusyawarah mencapai kemufakatan dalam persoalan tersebut. Dia mengatakan hal itu bila para anggota dewan tidak mau mendapat sorotan dari masyarakat berebut kekuasaan.


“Semua harus memperhitungkan untuk ke depan dan anggota legislatif ini dipilih masyarakat juga untuk memperjuangkan rakyat bukan hanya kepentingan partai atau diri sendiri,” kata Muhammad Yamin yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum UNS.



Citra DPR akan Semakin Terpuruk

MR. Fangwan Pasmah








Thursday, October 30, 2014

Besok KIH Gelar Paripurna Pemilihan Pimpinan DPR Tandingan




MatahatiCorp Independent News





Besok KIH Gelar Paripurna Pemilihan Pimpinan DPR Tandingan




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fraksi PDI Perjuangan, PKB, NasDem, Hanura dan PPP kubu Romy yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan menggelar sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR RI. Sidang paripurna tandingan ini, digelar karena KIH tidak mempercayai pimpinan DPR saat ini.


“Sehingga dalam rapat itu kami sepakat menggelar sidang paripurna pada Jum’at 31 Oktober pukul 9 pagi,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Achmad Basarah kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (30/10) malam.


Basarah mengatakan sidang paripurna digelar lantaran jalan musyawarah pembagian alat kelengkapan dewan dengan Koalisi Merah Putih (KMP) menemui jalan buntu. Dia berharap sidang paripurna yang digagas KIH bisa mengendurkan ketegangan politik yang terjadi dengan KMP di parlemen.


“Pesan moral kepada pendukung Prabowo-Hatta agar ini menjadi momentum mengendurkan syaraf politik,” ujarnya.


Basarah mengatakan mestinya KMP membagi posisi alat kelengkapan dewan kepada KIH secara proporsional. Sebab walaup bagaimanapun juga, fraksi-fraksi di KIh juga mendapat mandat rakyat untuk mengelola lembaga DPR.


KIH telah melayangkan undangan kepada seluruh fraksi di KMP untuk mengikuti sidang paripurna. Mereka juga telah melayangkan surat izin kepada Sekretariat Jendral DPR soal penggunaan ruang sidang paripurna. Basarah mengingatkan pihak Sekretariat Jendral berlaku adil terhadap mereka.


“Sekjend harus bersikap netral dan profesional,” katanya.


KIH juga telah mengundang pihak Mahkamah Agung (MA) untuk melantik pimpinan DPR yang akan mereka pilih. Andaipun pihak MA tidak hadir, Basarah mengatakan telah menyiapkan langkah hukum untuk mengesahkan pimpinan DPR yang mereka pilih. “Kami telah menyiapkan langkah hukum lain agar ini tidak main-main dan serius,” ujarnya.


Sidang paripurna DPR versi KIH besok mengagendakan tiga hal utama: pembacaan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR, pelantikan pimpinan DPR, dan pemilihan pimpinan akd.


Rabu (29/10) fraksi yang tergabung di KIH PDIP, PKB, Nasdem, Hanura, ditambah PPP menyatakan mosi tidak percaya terhadap lima pimpinan DPR. Mereka mendeklarasikan pembentukan pimpinan DPR tandingan dengan menunjuk Pramono Anung (PDIP) sebagai Ketua DPR, Abdul Kadir Karding (PKB) Wakil Ketua DPR, Dossy Iskandar (Hanura) Wakil Ketua DPR, Syaifullah Tamliha (PPP) Wakil Ketua, dan Rio Patrice Capella (Nasdem) sebagai Wakil Ketua. KIH juga menyatakan akan membentuk rapat paripurna dan rapat komisi sendiri.




Besok KIH Gelar Paripurna Pemilihan Pimpinan DPR Tandingan

MR. Fangwan Pasmah








Wednesday, October 29, 2014

JK: Harga BBM Naik Sebelum 2015!




MatahatiCorp Independent News





JK: Harga BBM Naik Sebelum 2015!



RMOL. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan pemerintah segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum tahun 2015.


Hal itu disampaikan JK usai menggelar pertemuan dengan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu malam (29/10).


JK menjelaskan, alasan pemerintah menaikkan harga BBM adalah untuk meningkatkan pembangunan. Hasil pengurangan subsidi BBM dialokasikan untuk kebutuhan lain.


“Pokoknya bagaimana negeri ini lebih sehat, bagaimana kita membangun jalan lebih banyak, rumah sakit lebih banyak, membangun negeri ini lebih banyak,” beber politisi senior Partai Golkar itu.


Namun, JK enggan menjelaskan besaran kenaikan harga BBM serta mekanisme yang akan dijalankan pemerintah. Apakah kenaikan secara bertahap atau langsung.


“Ya pokoknya kita kurangi subsidi. Memindahkan yang konsumtif ke produktif,” tegas dia. [dem]


JK: Harga BBM Naik Sebelum 2015!

Agistira